Misi

MISI :

. Meningkatkan mutu pendidikan di SMAN 1 Bayan

· Meningkatkan kegiatan Imtaq dan Keagamaan

· Meningkatkan budaya disiplin, bersih, rapi, dan tertib

· Meningkatkan kegiatan belajar mengajar yang menyenagkan, menghasilkan, dan mencerdaskan

· Meningkatkan pemahaman dan pengalaman siswa terhadap nilai-nilai norma dan berbudi luhur

· Meningkatkan budaya tegur sapa dan santun antar semua komponen sekolah

SELAMAT DATANG DI BLOG SMA NEGERI I BAYAN SEBAGAI SEKOLAH RINTISAN PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL (RPBKL) style="color: rgb(265, 0, 0);">
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Januari 2011

Mengintegrasikan Budaya Lokal Kedalam Kurikulum

Adenan, S.Pd, M.Pd (Kepala SMAN 1 Bayan
Lombok Utara - Sebagai sekolah Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (RPBKL), SMAN 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara, harus mampu mengintegrasikan antar budaya lokal dengan krikulum pendidikan.

Inilah yang terus dikembangkan kepada 590 siswa dan gurunya, sehingga tidak heran bila pada kegiatan-kegiatan tertentu para siswa dan guru memakaipakaian adat khas Bayan. Lebih-lebih Bayan yang terletak di ujung timur Dayan Gunung ini dikenal dengan kelestarian adat dan budayanya yang masih kental.

Sementara tarian adat (budaya lokal) yang dikembangkan oleh SMAN 1 Bayan yang siswanya telah banyak menoreh prestasi ini adalah tarian Gegeruk Tandak. Dan tarian ini sering dipentaskan ketika ada tamu dari luar daerah. “Kami sering diundang lembaga lain di Kecamatan Bayan untuk menyambut tamu yang datang baik dari pemerintah maupun tamu dari luar daerah”, ungkap puluhan siswa yang tergabung dalam tarian Gegeruk Tandak ini.

Karena prestasi dan kemampuan para pendidik mengintegrasikan budaya lokal ke dalam kurikulum inilah, sehingga beberapa waktu lalu, SMAN 1 Bayan diundang untuk memperesntasikan RPBKL didepan para budayawan, Dinas Dikbudpora NTB serta beberapa tenaga pendidik setingkat SLTP dan SLTA di Lembaga Penjamin Mutu Pelajaran (LPMP) Mataram.

“Barangkali ini subuah prestasi yang sudah dinilai oleh tim Pembina dari provinsi, sehingga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil RPBKL”, kata Kepala SMAN 1 Bayan, Adenan, Spd, M.Pd, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Dijelaskan, bahwa melalui pendidikan budaya lokal yang dikembangkan selama ini, ternyata mampu meningkatkan kedisiplinan kepada warga sekolah, dimana SMAN 1 Bayan ini yang note benenya berada dipinggiran mampu berbuat maksimal sehingga untuk penegakan disiplin yang cukup berat itu bisa dilakukan. “Alhamdulillah hasinya ternyata sudah mencapai 98 persen, artinya warga sekolah kedisiplinannya meningkat”,jelas Adenan.

Untuk menjadikan 100 persen tingkat kedisiplinan siswa dan guru, menurit Adenan, memang membutuhkan waktu dan perjuangan. “Namun yang jelas melalui pendidikan karakter dan peningkatakan Imtaq di segala bidang ini, Insya Allah akan berhasil”, tegasnya.

Bagaiamana respon peserta ketika memperesntasikan RPBKL pada pertemuan di LPMP? Menjawab pertanyaan tersebut, Adenan sambil tersenyum mengakui, bahwa setelah ditayangkan hasil dari kegiatan RPKBL, ternyata mendapat respon, bahkan melalui via sms ada 5 sekolah dari Pulau Sumbawa dan Lombok yang sudah siap study banding ke SMAN 1 Bayan. “Ada lima sekolah yang mau berkunjung ke SMAN 1 Bayan, hanya pihak sekolah belum siap menerimanya karena mengingat saat ini Ujian Nasional UN sudah dekat. Setelah UN nanti kita siap menerima kunjungan dari kawan-kawan”,ujarnya.

Selain itu, hasil dari presentasi juga, ternyata mendapat respon positif dari Dinas Dikbudpora provinsi NTB, sehingga guru SMAN 1 Bayan kembali diundang untuk memperesentasikan didepan tim pengembangan kurikulum lembaga pendidikan, dan hasilnya cukup positif. “Bahkan Kepala Dinas Dikbudpora NTB bersama tim dari Unram dan Newmont, menurut rencana akan berkunjung langsung ke SMAN 1 Bayan pada minggu kedua bulan Februari mendatang”, pungkas Adenan.M. Syairi
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

SMAN 1 Bayan Mempresentasikan Karakter Pendidikan Bangsa

Lombok Utara - Satu hal yang cukup menggembirakan sekaligus sebagai sebuah prestasi bagi SMAN 1 Bayan, yaitu diantara 65 SMAN di provinsi Nusa Tenggara Barat, ada lima sekolah yang diberikan kesempatan memperentasikan Karakter Pendidikan Bangsa (KPB), dan salah satunya adalah SMAN 1 Bayan yang terletak di ujung timur Kabupaten Lombok Utara.

“Kami tidak menyangka kalau sekolah ini diberikan kesempatan mempresntasikan KPB pada pertemuan yang diegalar Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) provinsi NTB yang berlangsung di LPMD Mataram beberapa waktu lalu”, tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Bayan, Budi Wicaksono, S.Pd, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Menuruit Budi, dari 65 SMAN yang hadir, lima sekolah diantaranya dipercaya untuk memperesentasikan Karakter Pendidikan Bangsa yaitu SMAN 1 Narmada sebagai Sekolah Model, SMAN 2 Selong yang memiliki Pusat Sumber Belajar (PSB), SMAN Alas (Sumbawa Besar) sebagai Sekolah Standar Nasional, SMAN 1 Mataram, Rintisan Sekolah Bertarap Internasional (RSBI) dan SMAN 1 Bayan, yaitu Sekolah Rintisan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (RPBKL).

Selain pertemuan tersebut, SMAN 1 Bayan juga mengikuti pertemuan sekaligus mempresentasikan RBKL pada pertemuan di Lembaga Penjamin Mutu Pelajaran (LPMP) Mataram yang diadiri oleh para Budayawan, Kepala Dinas Dikbudpora NTB dan puluhan guru SLTP dan SLTA.

Dijelaskan, pendidikan peningkatan Iman dan Taqwa (Imtaq) paling tidak para siswa dan guru di SMAN 1 Bayan dapat menjadi, disiplin, kerjasama, pengendalian emosi, percaya diri, berfikir positif dan ihlas. Sedangkan pendidikan RBKL, seperti Tarian Gegeruk Tandak, selain menghasilkan diatas juga ditambah dengan kreatif, rendah hati dan tanggung jawab.

Dibidang lainnya, menurut Bambang Siswanto, Spd, Wakasek Bidang Kurikulum sekarang ini sudah dimulai pendidikan Sistim Terapi Emosional Siswa (STes), dimana para siswa secara bergantian diinapkan di sekolah dengan model pendidikan yang akan diterapkan yaitu, pada waktu maghrib sampai Isya, siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an akan dilatih membaca, dan dilanjutkan dengan pelajaran sekolah. Sementara tengah malamnya para siswa akan dibangunkan untuk menunaikan sholat tahajjud.

“Kegiatan ini, Insya Allah akan menghasilkan siswa disiplin, kerjasama, pengendalian emosi, percaya diri, berfikir positif, ihlas dan jujur”, pungkas Bambang.
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

Kamis, 13 Januari 2011

SMAN 1 Bayan Intensipkan Pengayaan Dan Tri Out Bagi Siswa

Lombok Utara - Semua sekolah sejak beberapa bulan ini sudah mulai melakukan berbagai perisapan bagi siswanya yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Bayan yang terletak di ujung timur Kabupaten Lombok Utara.

“Sejak tiga bulan lalu, kami sudah mengintensipkan pengayaan dan tri out bagi 192 siswa kelas III yang akan mengikuti UN. Karena pada tahun ini, selain tidak ada ujian ulang, juga nilainya harus mencapai 5,50 per bidang study”, ungkap Rasyid Ridha, S.Pd, wakasek bidang kesiswaaan, ketika ditemui di ruang kerjanya 13/1, di sela-sela kesibukannya.

Menurut Rasyid, kegiatan pengayaan sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2010 tahun lalu dan ditambah dengan 8 kali tri out. Dan pada awalnya pengayaan ini dilakukan empat kali seminggu.

“Dan agar siswa tidak jemu, sejak Januari 2011 kita kurangi intensitas pengayaan menjadi dua hari per minggu. Sedangkan untuk tri out kita sudah laksanakan sebanyak lima kali”, jelas Rasyid.

Hal senada juga diakui oleh Wakasek Humas SMAN 1 Bayan, Budi Wicaksono, S.Pd. Menurutnya, para siswanya sudah diberikan pengayaan dan tri out, dengan harapan agar bisa lulus 100 persen seperti tahun lalu serta meraih prestasi yang memuaskan. “Dari dua jurusan yaitu IPA dan IPS ini akan menempati 10 ruangan kelas pada UN dan UAS mendatang”, katanya.

Sementara Bambang Siswanto, S.Pd yang menangani kurikulum di SMAN Bayan mengatakan, materi pengayaan dan tri out yang diberikan kepada siswa kelas III, disamping soal ujian tahun lalu, juga ditambah dengan berbagai soal ujian yang diambilkan dari internet.

“Kami juga mengambil dari internet agar kelulusan para siswa nanti sesuai dengan standar kelulusan nasional”, pungkasnya.
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

Selasa, 11 Januari 2011

Pendidikan Pramuka, Wadah Pembinaan Karakter Bangsa

Lombok Utara - Pendidikan pramuka bagi siswa, merupakan wadah pembinaan karakter bangsa. Karena kegiatan kepramukaan dilakukan dalam bentuk yang menarik, terarah dan praktis.

Hal tersebut dikemukakan Kepala SMAN 1 Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Drs. Mohammad Hakam Yamin, (9/1) ketika mengukuhkan anggota pramuka ambalan penegak yang berlangsung di halaman SMAN setempat, yang dihadiri oleh andalan ranting, pembina pramuka penegak putra-putri, anggota pramuka penegak atau pandega dan undangan lainnya.

Menurut Hakam Yamin, pendidikan kepramukaan, merupakan proses pendidikan karakter bangsa dengan cara kreatif, rekreatif dan edukatif dalam mencapai sasaran dan tujuannya.

“Melalui kegitan yang menarik dan tidak menjemukan serta penuh dengan tantangan sesuai dengan minat dan bakat siswa akan mencipatakan kemantapan mental, fisik, pengetahuan, keterampilan, sepritual dan emosianal dapat meningkatkan rasa sosial sehingga para siswa dapat berkembang dengan baik dan terarah”, jelasnya.

Mohammad Hakam Yamin, beresan kepada peserta didik untuk dapat mengamalkan dengan sebaik-baiknya Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga dengan para Pembina dan anggotanya, untuk terus saling bahu membahu mengemabngkan bakat peserta didik.

Sementara Pembina Pramuka SMAN 1 Kayangan, Sahlam, Spd, mengharapkan kepada siswa untuk menjadikan kode ertik kepramukaan itu menjadi standar minimal dalam melaksanakan aktivitas sehari hari. (Ndr/Ari)
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

STKIP Hamzar Buka Jurusan PG-PAUD

Lombok Utara - Mengingat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga saat ini belum memiliki sarjana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga Sekolah Tinggi Kejuruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar yang sudah memperoleh ijin oprasional dari Dirjen Dikti membuka dua jurusan yaitu PG-PAUD dan PG-SD.

“Jurusan PAUD yang kita bangun di STKIP Hamzar KLU, ada korelasi perkuliahan dengan prakteknya termasuk PAUD Laboratorium, sehingga nantinya siapapun yang mau belajar tentang PAUD bisa melihat langsung di STKIP Hamzar”, ungkap pimpinan pusat Yayasan Maraqitta’limat (Yamtia) provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Mashal, SH, MM, 8/1 pada pertemuan dengan kepala sekolah dan pengurus Yamtia di MI Lekok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan.

Menurut H. Mashal, PGSD dan PG PAUD di STKIP Hamzar Lombok Utara merupakan satu paket, hanya saja untuk sementara ini lebih banyak mahasiswa yang mendaftar di PGSD. Padahal yang namanya S1-PAUD itu memiliki kemampuan untuk melaksanakan program-program pendidikan pada tingkat anak usia dini, bahkan mereka mengusai tehnik-tehnik permbinaan terhadap balita.

“S-1 PAUD itu mirip dengan dokter spesialis anak, hanya bedanya di PAUD yang paling dipentingkan adalah responsif, artinya bagaimana seorang anak itu merespon cahaya, gerak, suara dan warna dalam rangka mengembangkan sel-sel kecedasan yang ada di dalam otak, barulah masuk ke tingkat kelompok bermain”, jelasnya.

Memang, kata H. Mashal, ada perbedaan anak yang sekarang dengan anak yang dulu. Kalau anak-anak dulu tidak dilarang oleh orang tuanya, sehingga bergerak terus kecuali pada jam makan dan istirahat. Dan ternyata itu yang diperlukan pada usia balita.

“Jadi kurang baik kalau anak itu belum masuk SD sudah bisa membaca atau menulis. Dan itu diibaratkan seperti rumah yang pondasinya belum jadi sudah ditembok, karena anak-anak balita belum waktunya diberikan pelajaran membaca atau menulis”,papar mantan pegawai dinas pendidikan Kabupaten Lombok Timur ini.

Bila kita kembali ke ajaran agama, lanjut H. Mashal yang juga ketua STKIP Hamzar KLU, ternyata banyak sekali teori-teori pengembangan itu yang relevan dengan ajaran agama Islam.

“Kalau pada jaman Rasulullah Saw. cucunya digendong pada saat beliau sholat, dan ternyata PAUD juga menghendaki seperti itu, yaitu menghadirkan balita dari 0 tahun ke tempat-tempat ibadah seperti di masjid atau musalla, karena pada saat itu dia dapat melihat dan merekam gerakan sholat dan sebagainya, sebelum merekam gerakan lainnya”, ujar H. Mashal memberi contoh.

Demikian juga ketika mereka baru lahir, rekaman suara pertama adalah suara azan dan iqomah, sebagai filter dari rekaman-rekaman suara lainnya, dan itulah pentingnya pendidikan anak sejak dini, sehingga STKIP Hamzar membuka jurusan PG PAUD. “Dan ini perlu disosialisakan dan diberikan informasi yang jelas, bahwa STKIP Hamzar Lombok Utara telah memperoleh ijin resmi untuk menerima mahasiswa baru pada dua jurusan tersebut, dengan nomor: 4/D/O/2011 tanggal 7 Januari 2011”, pungkas H. Mashal. (M. Syairi)
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

Senin, 10 Januari 2011

SMAN 1 Bayan Terapkan Disiplin Waktu

Lombok Utara - “Waktu” bagi para guru dan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bayan Kabupaten Lombok Utara adalah peluang yang sangat berharga, dan perlu diterapkan. Dan salah satu cara untuk meningkatkan kedisiplinan waktu ini, dengan cara masuk sebelum waktu pelajaran di mulai.

Tidak heran, bila kita memasuki pintu gerbang SMAN 1 Bayan, 15 menit sebelum belajar, terdengar alunan suara syahdu dari para guru dan siswa yang sedang membaca kalimah Asmaul Husna dan dilanjutkan dengan cermah tujuh menit yang dilakukan secara bergantian oleh para tenaga pendidik.

“Kegiatan ini awalnya dilaksanakan di masing-masing kelas hampir dua tahun. Namun tampaknya hal ini kurang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan guru dan siswa. Sehingga atas usulan guru dan siswa, dikumpulkan menjadi satu yaitu di gelar di halaman sekolah. Jadi semua guru dan siswa harus datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai atau siswa masuk kelas”, tutur Ali Murtadho, Spd, guru agama SMAN setempat.

Hal senada juga diungkapkan oleh wakil kepala SMAN 1 Bayan yang menangani bidang humas, Budi Wicaksono, Spd. Menurutnya, setelah kegiatan ini dilaksanakan, sudah hampir 100 persen para guru dan siswa tidak ada yang terlambat masuk.

“Sanksi bagi yang tidak mengikuti kegiatan ini, memang tidak ada kecuali sanksi sosial. Artinya, jika terlambat datang, entah itu guru atau siswa harus menunggu di luar pintu, karena ketika pembacaan Asmaul Husna di mulai, maka pintu gerbang sekolah ditutup sampai selesainya acara”, jelas Budi Wicaksono.

Sementara Kepala SMAN 1 Bayan, Adenan, S.Pd, M.Pd, mengakui, bahwa kegiatan yang digelar sebelum masuk kelas ini cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan yang bukan saja bagi siswa, tapi juga para gurunya.

“Hanya saja yang kita minta, kegiatan seperti ini harus dilakukan dengan niat yang tulus. Jangan sampai apa yang kita lakukan karena takut kepada kepala sekolah atau guru. Dan yang ini tidak saya inginkan terjadi. Laksanakanlah semua program itu dengan berniat mengharapkan ridha Allah SWT”, harapnya.

Adlan Mamnun, salah seorang pengamat pendidikan Kecamatan Bayan mengatakan, apa ya ng dilakukan oleh SMAN 1 Bayan, khususnya mengarahkan para siswa membaca kalimah thayyibah 15 menit sebelum masuk kelas, patut ditiru dan dan didukung oleh semua wali murid.

“Pembacaan Asmaul Husna itu merupakan tuntunan dari Allah, dan kegiatan seperti ini, disamping meningkatkan keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) sekaligus dapat meningkatkan kedisiplinan waktu, sehingga tidak ada lagi siswa yang terlambat masuk kelas”,ujar Adlan. (M.Syairi)
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan

Sabtu, 08 Januari 2011

STKIP Hamzar Lombok Utara Peroleh Ijin Oprasional

H. Mashal, SH, MM
Lombok Utara - Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar Kabupaten Lombok Utara akhirnya memperoleh ijin oprasional dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) pusat.

Demikian diungkapkan oleh pimpinan pusat yayasan Maraqitta’limat provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Mashal, SH, MM, pada saat melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah, tokoh masyarakat dan pengurus cabang yayasan Maraqitta’limat se Kabupaten Lombok Utara yang berlangsung di MI Maraqitta’limat Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan 8/1.

Menurut, H. Mashal, rencana pendirian perguruan tinggi STKIP Hamzar ini sejak kepemimpinan almarhum TGH. Zainuddin Arsyad. Kemudian dilanjutkan oleh putra beliu, TGH. Hazmi Hamzar.

“Dan kita urus ijinnya hampir enam tahun, namun ditengah perjalanan banyak tawaran termasuk pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar yang berpusat di desa Mamben Daya Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”, tuturnya.

Setelah berdrinya STIKES, lanjut H. Mashal, kita bukan berhenti sampai disitu untuk memperjuangkan berdirinya STKIP Hamzar. Dan tidak kurang yang mengusulkan pendirian STKIP di seluruh Indonesia 561, sementara yang akan diberikan ijin hanya 10 lembaga STKIP.

“Alhamdulillah, ternyata diantara yang 10 itu, STKIP Hamzar masuk didalamnya, dan ijinnya inipun keluar pada tanggal 7 Januari 2011 dengan Nomor: 4/D/O/2011”, katanya bersyukur.
H. Mashal yang juga Ketua STKIP Hamzar Lombok Utara ini mengaku, bahwa keluarnya perijinan ini juga disambut gembira oleh Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH, karena satu-satunya SKIP di daerah otonomi baru ini yang sudah memperoleh ijin oprasional dari Dikti pusat. “Bahkan dirinya (Bupati KLU-red) siap membantu menjadi dosen umum”, tegasnya.

Untuk mengawalinya, pihak pengelola akan membuat ratusan spanduk yang dipasang di beberapa tempat strategis di provinsi Nusa Tenggara Barat. Dan STKIP Hamzar ini induknya di Kabupaten Lombok Utara.

Sementara Pembina Yayasan Maraqitta’limat NTB, TGH. Hazmi Hamzar mengaku bersyukur atas keluarnya ijin berdirinya STKIP Hamzar Lombok Utara. “Alhamdulillah berkat perjuangan kita bersama, izin pendirian STKIP Hamzar sudah keluar pada tanggal 7 Januari 2011”, ungkap Pembina Yayasan Maraqittalimat provinsi Nusa Tenggara Barat, TGH. Hazmi Hamzar.

Dengan keluarnya perizinan ini, maka STKIP Hamzar sudah mulai menerima mahasiswa baru tahun akademik 2011. “Dan jumlah mahasiswa yang sudah terdaftar hingga hari ini sudah diatas 63 mahasiwa yang dibagi dalam dua jurusan yaitu PGSD dan PG-PAUD.

Kepala Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kertamalip, ketika menerima informasi tersebut tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah, karena di desa yang dipimpinnya telah berdiri STKIP induk yaitu STKIP Hamzar.

“Ini perlu kita syukuri bersama, karena satu-satunya STKIP di Kabupaten Lombok Utara yang sudah memiliki izin oprasional penerimaan mahasiswa baru”, katanya. (M.Syairi)
Baca selengkapnya SMA NEGERI I BAYAN - LOMBOK UTARA: Pendidikan